Kolaborasi Fintech dan AI: Mengintip Masa Depan Transaksi Global di TechCrunch Disrupt 2026
San Francisco — Definisi uang kini telah bergeser jauh dari sekadar lembaran fisik di dompet atau saldo digital yang tertera di rekening bank kita. Evolusi yang bergerak cepat ini mendorong penyelenggaraan TechCrunch Disrupt 2026 untuk menghadirkan panggung khusus bertajuk Smart Money Stage, sebuah ruang diskusi tempat bertemunya inovasi Teknologi finansial (fintech), sistem pembayaran modern, dan kecerdasan buatan (AI).
Berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Moscone Center, San Francisco, ajang bergengsi ini akan mengumpulkan para pemimpin industri dari Circle, Robinhood, American Express, Plaid, hingga Airwallex. Mereka akan membedah secara mendalam bagaimana teknologi mengubah cara dunia memindahkan dan mengelola aset finansial.
Panggung Smart Money dirancang bagi para pendiri startup dan pelaku industri yang membutuhkan analisis tajam dan realitas lapangan, bukan sekadar tren sesaat. Berikut adalah beberapa topik utama yang akan dikupas tuntas selama tiga hari acara:
1. Revolusi Perputaran Uang: Stablecoin dan Pembayaran Instan
Kehadiran stablecoin dan sistem pembayaran instan mulai mendisrupsi jalur transaksi konvensional. Sesi ini akan membandingkan efisiensi infrastruktur pembayaran baru ini dengan sistem perbankan tradisional. Selain itu, para panelis akan membahas posisi jaringan seperti FedNow serta bagaimana regulasi global akan membentuk arah perputaran uang ke depan.
- Nikhil Chandhok, Chief Product & Technology Officer, Circle
- Rodney Robinson, Co-founder & CEO, TabaPay, Inc.
- Lotti Siniscalco, General Partner, Emergence
2. Memikat Konsumen Finansial Modern
Cara masyarakat berinvestasi dan mengelola keuangan pribadi berubah drastis. Robinhood, yang kini memiliki valuasi pasar lebih dari $90 miliar, sukses bertransformasi dari sekadar aplikasi trading menjadi platform finansial multisektor—mencakup perbankan, kartu kredit, kripto, hingga pasar prediksi. Abhishek Fatehpuria (Head of Product, Robinhood) akan membagikan strategi membangun produk finansial tepercaya yang mampu menjaga stabilitas di tengah pertumbuhan pengguna yang eksponensial.
3. AI, Kepercayaan, dan Verifikasi di Sektor Keuangan
Ketika teknologi AI mulai mengambil peran aktif dalam mengeksekusi tindakan keuangan—bukan lagi sekadar menghasilkan teks—industri finansial dituntut untuk mendefinisikan ulang aspek keamanan dan pengawasan.
“Di tengah adopsi kecerdasan buatan yang kian agresif, tantangan terbesar industri keuangan adalah menjaga keseimbangan antara otomatisasi tanpa batas dan proteksi identitas pengguna yang mutlak.”
Sesi ini akan menghadirkan diskusi interaktif mengenai pemanfaatan agen AI dalam alur kerja keuangan, pentingnya transparansi, serta metode mitigasi penipuan (fraud) modern bersama para pakar:
- Hannah Bozian, VP Agentic Partnerships & Strategy, American Express
- Pedro Sanzovo, Head of Fraud and Identity, Plaid
- Victoria Zuo, Partner, QED Investors
4. Membangun Infrastruktur perdagangan Global
Sistem keuangan tradisional sering kali terlalu kaku untuk mendukung ekosistem bisnis global saat ini. Airwallex, yang kini bernilai $11 miliar, berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan membangun sistem operasi keuangan berbasis AI yang mempermudah transaksi lintas batas. Jack Zhang, Founder dan CEO Airwallex, akan memaparkan bagaimana infrastruktur finansial yang patuh regulasi dirancang untuk menopang kebutuhan jutaan bisnis internasional.
Amankan Kursi Anda
TechCrunch Disrupt 2026 tidak hanya menawarkan ruang diskusi di Smart Money Stage, tetapi juga membuka peluang jejaring (networking) yang luas serta berbagai acara pendukung (side events) bersama komunitas startup global. Periode penjualan tiket dengan penawaran khusus akan segera berakhir. Daftarkan diri Anda sekarang untuk menjadi bagian dari masa depan inovasi keuangan dunia.










