Perkembangan Pesat Layanan Drone: Dari Eksperimen Menjadi Solusi Krusial
Sejak Amazon pertama kali mengutarakan gagasan pengiriman paket menggunakan drone pada tahun 2013, diikuti oleh Google dan NASA yang mengembangkan teknologi serupa, drone telah bertransformasi dari konsep futuristik menjadi alat yang semakin umum digunakan. Pada tahun 2018, industri “Drone-as-a-Service” (DaaS) mengalami tantangan seiring dengan peningkatan kualitas perangkat keras dan kemudahan lisensi pilot drone di Amerika Serikat. Namun, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar yang terus berkembang, kini drone telah lazim dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari fotografi udara, liputan acara langsung, pengiriman barang kecil, hingga survei di lokasi berbahaya.
Drone untuk Operasi Berisiko Tinggi
Perusahaan infrastruktur, seperti Union Pacific, kini mengandalkan drone untuk inspeksi yang sebelumnya berisiko tinggi. Inspektur rel kereta api yang dulunya harus menggantung di ketinggian ratusan kaki kini beralih menggunakan drone. Kemampuan live streaming dari kamera drone memungkinkan manajer di lapangan dan di kantor pusat untuk melihat kondisi yang sama secara real-time, sehingga alokasi sumber daya menjadi lebih akurat. Contohnya, saat banjir Sungai Cedar pada tahun 2016, citra drone membantu Union Pacific mengubah rencana pemulihan jalur relnya, dengan menambahkan lebih banyak ballast dan mengalihkan sumber daya melalui rute yang tidak terlalu tergenang.
Accenture dalam laporannya menyatakan bahwa UAV (Unmanned Aerial Vehicle) memungkinkan organisasi untuk memeriksa area yang sulit dijangkau atau terkontaminasi, serta mengirimkan pasokan tanpa membahayakan karyawan. Drone juga memberikan gambaran menyeluruh proyek kepada manajer, memungkinkan pengambilan keputusan cepat dan menghindari penundaan perencanaan. Sektor utilitas, khususnya energi, diprediksi akan mengalami pertumbuhan pasar drone sebesar hampir 24 persen per tahun hingga mencapai US$515 juta pada tahun 2030.
Alasan untuk Mengalihdayakan Layanan Drone
Banyak perusahaan masih memilih untuk mengalihdayakan (outsourcing) penggunaan drone. Hal ini mungkin disebabkan oleh kerumitan regulasi dan isu hukum terkait penggunaan komersial UAV, atau keterbatasan sumber daya manusia. Nicole France, analis utama di Constellation Research, menjelaskan bahwa banyak penyedia layanan drone menawarkan berbagai kebutuhan di sektor publik dan swasta, mulai dari pengawasan hingga citra real estat.
Layanan ini mencakup berbagai aspek regulasi dan hukum, serta menawarkan layanan standar seperti videografi dan fotografi udara, pemetaan, inspeksi infrastruktur kritis, serta pengumpulan dan analisis data. Perusahaan seperti Dronegenuity telah melayani klien ternama di industri real estat, pangan, dan perbankan. Selain itu, perusahaan teknologi drone juga berfokus pada integrasi dan manajemen data untuk meningkatkan kegunaannya dalam pemetaan, visualisasi 3D, dan pertanian presisi.
Regulasi yang Terus Berkembang
Mengikuti perkembangan regulasi penggunaan drone secara komersial memang memerlukan waktu. Rob Enderle, seorang prinsipal di The Enderle Group, menekankan bahwa aturan terbang drone selalu berubah, dan potensi kerugian akibat kecelakaan bisa sangat besar. Privasi menjadi salah satu isu hukum utama bagi operator drone, di mana pengambilan gambar publik secara tidak sengaja dapat menimbulkan tuduhan pelanggaran privasi.
Meskipun belum ada kerangka regulasi privasi yang komprehensif, rekomendasi dari National Telecommunications Information Administration AS pada tahun 2016 mencakup pemberitahuan penggunaan drone, pembuatan kebijakan privasi, serta kepatuhan terhadap hukum federal, negara bagian, dan lokal yang terus berkembang.
Layanan Drone Sesuai Permintaan
Layanan drone kini mulai mengadopsi model “on-demand” serupa dengan perusahaan ridesharing. Aquiline Drones mengembangkan aplikasi seluler yang memungkinkan klien memesan layanan drone sesuai kebutuhan, tanpa perlu proses pemesanan yang panjang atau kontrak berjangka. Layanan ini mencakup fotografi udara, inspeksi utilitas, acara luar ruangan, real estat, patroli keamanan, misi pencarian dan penyelamatan, serta pertanian presisi. Semua formulir yang diperlukan dapat diurus melalui aplikasi.
CEO Aquiline Drones, Barry Alexander, menyatakan bahwa individu dan bisnis dapat memesan layanan drone pribadi maupun komersial. Drone akan dikelola oleh sistem cloud real-time yang dikembangkan sendiri oleh Aquiline, menggunakan algoritma khusus untuk kontrol penerbangan AI dan penerbangan otonom. Sistem ini memungkinkan pelanggan merencanakan misi, melakukan live stream data dan video, serta mendapatkan wawasan data secara real-time.
Meskipun model layanan ini berpotensi mengurangi risiko kecelakaan, tantangan utama terletak pada skala operasional. Enderle menambahkan bahwa ketersediaan drone di lokasi yang dibutuhkan dengan biaya yang terjangkau akan menjadi faktor krusial hingga perusahaan mencapai skala ekonomi yang memadai.
Aquiline Drones juga dilaporkan sedang berupaya memperoleh sertifikasi Part 135 dari FAA untuk memungkinkan drone mereka mengangkut paket pihak ketiga di luar jangkauan visual. Jika berhasil, mereka akan bergabung dengan UPS Flight Forward, Amazon Prime Air, dan Wing Aviation dari Alphabet. Keberhasilan ini akan membuka peluang layanan pengiriman. France optimis terhadap potensi drone, menyatakan bahwa kita baru saja mulai memahami kemampuannya, dan Aquiline Drones berada pada posisi yang baik untuk bereksperimen dan mengungkap potensi tersebut.
https://www.technewsworld.com/story/drones-for-hire-take-to-the-sky-86873.html















