Alan Turing Akan Hadir di Uang Kertas 50 Pound Inggris Akhir 2021
London – Matematikawan Inggris Alan Turing, yang dikenal atas kiprahnya dalam memecahkan kode pada Perang Dunia II dan uji coba untuk membedakan kecerdasan manusia dan mesin, akan tampil di uang kertas 50 poundsterling Inggris pada akhir tahun 2021. Bank of England mengumumkan bahwa Turing dipilih dari 989 kandidat setelah periode nominasi publik.
Gubernur Bank of England, Mark Carney, menyatakan bahwa Turing adalah seorang matematikawan luar biasa yang karyanya memiliki dampak besar pada kehidupan modern. Sebagai bapak ilmu komputer dan kecerdasan buatan, serta pahlawan perang, kontribusi Turing sangat luas dan terobosan.
Peran Kunci dalam Perang Dunia II
Turing paling dikenal atas perannya dalam memecahkan kode yang dibuat oleh militer Jerman melalui mesin Enigma. Meskipun Sekutu dapat mencegat lalu lintas kode, memecahkan miliaran skema enkripsi mesin tersebut tampak sebagai masalah yang tak terpecahkan. Bersama tim pemecah kode di Bletchley Park, Turing menciptakan mesin “Bombe” yang berhasil memecahkan kode Jerman.
Matthew Green, seorang profesor kriptografi di Johns Hopkins University, menjelaskan bahwa sebelum Turing, kriptanalisis belum terotomatisasi. Turing berperan dalam mengindustrialisasi kriptanalisis dengan membangun mesin yang mampu memecahkan kunci Enigma dalam skala besar, sehingga Sekutu dapat mendekripsi semua komunikasi Jerman setiap hari. Phil Zimmermann, penulis program enkripsi PGP, menambahkan bahwa Turing memperpendek masa perang secara signifikan, yang berpotensi menyelamatkan banyak nyawa, terutama saat invasi Normandia.
Warisan Intelektual dan Teknologi
Uang kertas 50 poundsterling baru akan menampilkan gambar Turing berdasarkan foto tahun 1951, serta elemen-elemen yang berkaitan dengan karyanya:
- Sebuah tabel dan formula matematika dari makalahnya tahun 1936, “On Computable Numbers, with an application to the Entscheidungs problem,” yang dianggap sebagai fondasi ilmu komputer modern dan memperkenalkan konsep Mesin Turing. Green menjelaskan bahwa Mesin Turing adalah model matematis komputer yang digunakan ilmuwan komputer untuk memikirkan algoritma.
- Ilustrasi Automatic Computing Engine Pilot Machine, komputer awal dengan penyimpanan elektronik yang dirancang oleh Turing.
- Gambar teknis “The Bombe,” mesin yang dikembangkan bersama Gordon Welchman untuk memecahkan kode Enigma, yang didasarkan pada mesin ciptaan matematikawan Polandia.
- Kutipan Turing dari wawancara tahun 1949 di The Times: “Ini hanyalah gambaran awal dari apa yang akan datang, dan hanya bayangan dari apa yang akan terjadi.”
- Tanda tangan Turing dari buku tamu Bletchley Park pada tahun 1947.
- Pita kertas yang menampilkan tanggal lahir Alan Turing dalam kode biner, merujuk pada penggunaan kode biner melalui pita kertas dalam makalahnya tahun 1936.
Pionir Kecerdasan Buatan
Turing juga dikenal dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dengan mengajukan pertanyaan fundamental, “Bisakah sebuah mesin berpikir?” pada tahun 1950, saat belum ada mesin yang mampu melakukan hal tersebut. Untuk menjawab pertanyaan ini, ia merancang “Uji Turing,” sebuah permainan di mana panel manusia berinteraksi dengan pihak tak terlihat melalui obrolan komputer. Jika lebih dari 30% manusia gagal mengidentifikasi mesin setelah berbicara dengannya selama lima menit, mesin tersebut dianggap lulus.
Zimmermann mencatat bahwa meskipun mesin semakin mendekati kemampuan berpikir, mereka belum dapat berpikir seperti otak biologis.
Kehidupan Pribadi yang Penuh Tantangan
Terlepas dari pencapaiannya, Turing menjalani kehidupan pribadi yang penuh gejolak. Sebagai seorang homoseksual di masa ketika homoseksualitas ilegal di Inggris, ia ditangkap dan dinyatakan bersalah atas tindakan asusila. Ia memilih hukuman alternatif berupa kastrasi kimiawi. Dua tahun kemudian, pada usia 41 tahun, Turing meninggal akibat keracunan sianida, yang dinyatakan sebagai bunuh diri.
Homoseksualitas baru didekriminalisasi di Inggris dan Wales pada tahun 1967, di Skotlandia pada tahun 1980, dan di Irlandia Utara pada tahun 1982. Perdana Menteri Inggris Gordon Brown meminta maaf atas perlakuan terhadap Turing pada tahun 2009, dan Turing baru menerima pengampunan kerajaan atas vonisnya pada tahun 2013. Pada tahun 2017, Undang-Undang Turing disahkan, mengampuni semua pria gay yang dihukum berdasarkan undang-undang asusila.
Dampak Karyanya pada Indonesia: Fondasi Digital yang Tak Terbantahkan
Penghargaan terhadap Alan Turing di Inggris dengan menempatkannya di uang kertas 50 poundsterling merupakan pengakuan global atas kontribusinya yang monumental. Di Indonesia, dampaknya mungkin tidak secara langsung terasa dalam bentuk fisik seperti di Inggris, namun fondasi teknologi digital yang kita nikmati saat ini, mulai dari internet, smartphone, hingga kecerdasan buatan yang semakin berkembang, berakar kuat pada pemikiran dan karya Alan Turing.
Kiprahnya dalam memecahkan kode Enigma tidak hanya mempercepat kemenangan Sekutu, tetapi juga menjadi tonggak awal komputasi modern. Konsep Mesin Turing dan Uji Turing terus menjadi acuan dalam pengembangan ilmu komputer dan AI. Bagi Indonesia, yang sedang giat bertransformasi digital, pemahaman mendalam tentang warisan Turing penting untuk mendorong inovasi, literasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi pada kemajuan teknologi di masa depan. Pengakuan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi yang kita nikmati hari ini dibangun di atas pemikiran visioner para pionir seperti Alan Turing.
Sumber: technewsworld














