Waymo Mulai Uji Coba Kendaraan Otonom di London Jelang Peluncuran Layanan Robotaksi
London – Waymo, perusahaan kendaraan otonom milik Alphabet, telah memulai uji coba kendaraan otonomnya di jalan umum London. Langkah ini merupakan persiapan untuk peluncuran layanan robotaksi komersial di kota tersebut yang dijadwalkan tahun ini.
Perusahaan telah berupaya untuk momen ini selama berbulan-bulan. Pada Oktober lalu, Waymo mengumumkan rencananya untuk mulai mengemudi di jalan umum London. Awalnya, karyawan Waymo mengemudikan kendaraan secara manual untuk memetakan kota sebelum memulai pengujian otonom. Saat ini, Jaguar I-Pace bertenaga listrik yang dilengkapi sistem penggerak mandiri Waymo masih memiliki operator keselamatan manusia di belakang kemudi.
“AI mengemudi inti menunjukkan kemampuan generalisasi yang sangat baik,” ujar Co-CEO Waymo, Dmitri Dolgov, dalam sebuah postingan LinkedIn yang mengumumkan uji coba tersebut. “Uji coba otonom kini sedang berlangsung dengan spesialis di belakang kemudi seiring kami menguasai nuansa lokal dan memvalidasi kinerja di jalanan Inggris Raya – sebuah langkah kunci menuju penerapan tanpa pengemudi.”
Waymo menyatakan bahwa mereka berinvestasi di Inggris dengan merekrut tenaga kerja lokal dan mendirikan beberapa pusat layanan kendaraan otonom di seluruh London. Perusahaan juga bekerja sama dengan layanan darurat “dalam membangun fondasi untuk memperluas bisnis kami di Eropa.”
Jika Waymo mengikuti strategi umumnya, perusahaan akan melakukan pengujian tanpa pengemudi dan mengizinkan karyawannya mencoba layanan tersebut sebelum mengundang publik untuk memesan robotaksi mereka. Rencana Waymo untuk meluncurkan layanan tersebut pada tahun 2026 bergantung pada pemerintah Inggris Raya yang menyelesaikan proses persetujuan untuk operasional tersebut.
Waymo telah memiliki hubungan dengan Inggris Raya. Pada tahun 2019, perusahaan mengakuisisi Latent Logic, sebuah startup Inggris yang berasal dari departemen ilmu komputer Universitas Oxford, yang menggunakan bentuk pembelajaran mesin yang disebut imitation learning untuk membuat simulasi mobil swakemudi menjadi lebih realistis. Waymo meluncurkan pusat rekayasa di Oxford sebagai bagian dari akuisisi tersebut.
Waymo memiliki lebih dari 3.000 robotaksi dalam armadanya, seperti yang pernah dilaporkan kepada TechCrunch. Dokumen yang diajukan pada Januari ke National Highway Traffic Safety Administration mendukung angka-angka tersebut, meskipun ada kemungkinan armada tersebut telah berkembang dengan penambahan kendaraan baru yang mirip minivan buatan Zeekr.
Robotaksi tersebut tersebar di 11 kota tempat Waymo beroperasi secara komersial, termasuk Atlanta, Austin, Los Angeles, Phoenix, dan area San Francisco Bay. Waymo juga sedang menguji coba dan bersiap untuk meluncurkan di beberapa pasar lain.
London berpotensi menjadi pasar komersial internasional pertama Waymo (perusahaan juga sedang menguji coba di Tokyo). Waymo akan menghadapi persaingan di kedua kota tersebut. Startup teknologi kendaraan otonom asal Inggris, Wayve, dan Uber juga berencana meluncurkan layanan robotaksi sepenuhnya tanpa pengemudi di London. Wayve, Uber, dan Nissan juga menandatangani perjanjian pada Maret untuk meluncurkan program percontohan di Tokyo pada akhir tahun 2026.
Sumber: techcrunch
Peluang dan Tantangan Teknologi Otonom di Indonesia
Perkembangan signifikan dalam teknologi kendaraan otonom, seperti yang dicontohkan oleh uji coba Waymo di London, menghadirkan refleksi penting bagi Indonesia. Kehadiran robotaksi komersial di pasar internasional menunjukkan kemajuan pesat dalam aspek keselamatan, regulasi, dan penerimaan publik. Bagi Indonesia, hal ini dapat menjadi katalisator untuk mempercepat eksplorasi dan adopsi teknologi serupa. Potensi manfaatnya meliputi peningkatan efisiensi transportasi, pengurangan kemacetan, dan peningkatan aksesibilitas bagi masyarakat. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama terkait infrastruktur yang belum sepenuhnya mendukung, kerangka hukum yang masih perlu dikembangkan secara komprehensif, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan fundamental dalam mobilitas. Penting bagi para pemangku kepentingan di Indonesia untuk secara proaktif mempelajari dan mengadaptasi pelajaran dari negara lain, sembari mengembangkan solusi yang sesuai dengan konteks lokal demi mewujudkan masa depan transportasi yang lebih aman, efisien, dan inklusif.














