Eksekutif Teknologi Ford, Doug Field, Meninggalkan Perusahaan di Tengah Perombakan Kepemimpinan
Doug Field, seorang eksekutif terkemuka yang memimpin strategi kendaraan listrik (EV) dan teknologi Ford selama lima tahun terakhir, akan meninggalkan perusahaan otomotif tersebut. Pengumuman ini disampaikan pada hari Rabu sebagai bagian dari reorganisasi kepemimpinan Ford yang lebih luas.
Field bergabung dengan Ford pada tahun 2021 dengan rekam jejak yang kuat dari Silicon Valley, termasuk memimpin tim proyek khusus Apple dan menjabat sebagai wakil presiden senior rekayasa di Tesla. Kepergiannya menandai perubahan signifikan dalam upaya Ford untuk bertransformasi menjadi pemimpin di era kendaraan listrik dan teknologi canggih.
Sebelumnya, Field melaporkan langsung kepada CEO Ford, Jim Farley. Ia ditugaskan untuk mengawasi operasi perangkat keras dan perangkat lunak tertanam perusahaan, mencakup kontrol kendaraan, konektivitas perusahaan, fitur, integrasi dan validasi, arsitektur dan platform, teknologi bantuan pengemudi, serta alat rekayasa digital. Secara praktis, ini menjadikannya bertanggung jawab atas desain, pengembangan, dan implementasi seluruh tumpukan teknologi yang digunakan di kendaraan Ford dan Lincoln, termasuk infotainment, navigasi, teknologi bantuan pengemudi, layanan terhubung, dan keamanan siber kendaraan.
Field merupakan tokoh yang terlihat di Ford dan sering dipuji oleh Farley dalam panggilan pendapatan perusahaan. Ia termasuk dalam jajaran pemimpin kunci ketika perusahaan membagi bisnisnya menjadi tiga unit: divisi EV dan layanan digital, bisnis mesin pembakaran internal tradisional, dan unit kendaraan komersial. Field juga berada di balik program skunkworks Ford, sebuah tim internal rahasia yang didedikasikan untuk membangun kendaraan listrik berbiaya rendah.
Dalam reorganisasi yang diumumkan pada hari Rabu, Ford membentuk tim “penciptaan produk dan industrialisasi” yang akan dipimpin oleh COO Kumar Galhotra. Tim kendaraan listrik dan desain Ford, yang sebelumnya dipimpin oleh Field, akan digabungkan ke dalam organisasi baru ini.
Organisasi baru ini datang dengan target ambisius, termasuk margin keuntungan yang disesuaikan sebesar 8% untuk bisnis komersial Ford+ pada tahun 2029. Tim ini juga akan mengawasi rencana Ford untuk memperbarui 80% portofolio Amerika Utara berdasarkan volume dan 70% portofolio global pada tahun 2029. Ini akan mencakup platform Kendaraan Listrik Universal (UEV), sebuah truk pikap ukuran sedang, serta generasi berikutnya dari truk F-150 dan F-Series Super Duty.
Platform UEV adalah hasil pengembangan dari program skunkworks Ford, yang kini dikenal sebagai Tim Proyek Pengembangan Lanjutan. Alan Clarke, mantan eksekutif Tesla yang memimpin program skunkworks tersebut, kini menjabat sebagai wakil presiden Proyek Pengembangan Lanjutan.
Dampak Transformasi Digital Ford di Indonesia
Kepergian Doug Field dari Ford, terutama di tengah perombakan kepemimpinan yang fokus pada EV dan teknologi, menggarisbawahi tantangan dan dinamika dalam transisi industri otomotif global. Bagi Indonesia, berita ini relevan karena Ford merupakan salah satu merek otomotif global yang memiliki basis penggemar dan potensi pasar yang signifikan. Perubahan strategis Ford, termasuk fokus pada EV dan digitalisasi, secara tidak langsung akan memengaruhi ketersediaan dan pengembangan teknologi kendaraan di pasar Indonesia di masa mendatang. Kemampuan Ford untuk menavigasi pergeseran teknologi ini akan menentukan sejauh mana mereka dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan pangsa pasar mereka di Indonesia, yang juga sedang berupaya mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan dan teknologi digital.

![X X: Your Ultimate Guide To [Benefit/Topic]](https://teknotrending.com/wp-content/uploads/2026/04/pX-1776301808-120x86.webp)







![X X: Your Ultimate Guide To [Benefit/Topic]](https://teknotrending.com/wp-content/uploads/2026/04/pX-1776301808-75x75.webp)




