Vercel Raih Momentum Pertumbuhan Pesat Berkat Ledakan Aplikasi AI
SAN FRANCISCO – Vercel, platform pengembangan dan hosting website yang telah berusia sepuluh tahun, kini menuai keuntungan dari lonjakan aplikasi dan agen yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Sementara banyak startup yang didirikan sebelum kemunculan ChatGPT berjuang untuk beradaptasi di era AI, Vercel justru mengalami pertumbuhan signifikan.
CEO Vercel, Guillermo Rauch, menyatakan dalam konferensi HumanX di San Francisco bahwa perubahan lanskap pengembangan aplikasi sangat dramatis. “Ketika saya memulai perusahaan ini, hanya puluhan juta orang yang bisa melakukan deployment,” ujar Rauch. “Sekarang, kita melihat bahwa setiap orang di dunia dapat membuat aplikasi.”
Ledakan pembuatan aplikasi oleh non-pengembang ini telah menjadi pendorong utama bagi bisnis Vercel. Pendapatan berulang tahunan (ARR) perusahaan melonjak drastis. Laporan The Information menyebutkan ARR Vercel mencapai $100 juta pada awal 2024, dan menurut Forbes, perusahaan ini diproyeksikan mencapai run rate $340 juta pada akhir Februari 2026.
Menanggapi pertumbuhan tersebut, Rauch mengindikasikan kesiapan Vercel untuk melantai di bursa saham (IPO). Ia menyatakan bahwa perusahaan telah beroperasi dengan disiplin layaknya entitas publik. “Vercel sangat siap untuk menjadi perusahaan publik,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada jadwal pasti untuk IPO tersebut, namun perusahaan terus bersiap setiap harinya.
Situasi pasar IPO untuk perusahaan teknologi saat ini memang menantang. Proyeksi tahun 2026 sebagai tahun yang kuat untuk penawaran umum perdana terhambat oleh aksi jual saham perangkat lunak yang dipicu oleh kekhawatiran disrupsi AI. Namun, Rauch tetap optimis, menilai pasar infrastruktur kini memiliki potensi yang sangat besar dan tanpa batas.
Vercel memprediksi akan menjadi platform utama untuk menghosting semua yang dikembangkan oleh agen AI, seiring dengan semakin banyaknya aplikasi yang dibuat oleh AI ketimbang manusia. “Agen sangat produktif dalam deployment,” kata Rauch, menambahkan bahwa 30% aplikasi yang berjalan di platform Vercel saat ini berasal dari agen. Ia meyakini agen akan mempercepat produksi perangkat lunak dengan memudahkan pembuatan solusi kustom. “Semua perangkat lunak itu… perlu tempat, dan kami pikir itu adalah Vercel.”
Sebelumnya, Vercel terakhir kali dinilai senilai $9,3 miliar saat mengumpulkan pendanaan Seri F senilai $300 juta yang dipimpin oleh Accel pada September. Perusahaan ini bersaing dengan Cloudflare dan Amazon Web Services dalam layanan hosting, serta menawarkan v0, sebuah alat coding untuk menciptakan website dan aplikasi.
Indonesia di Pusaran Revolusi AI: Peluang dan Tantangan Adaptasi
Konten artikel ini memiliki relevansi yang cukup signifikan bagi Indonesia. Kemunculan AI generatif dan agen otomatis membuka peluang besar bagi percepatan inovasi di berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga korporasi besar. Kemudahan dalam pembuatan aplikasi dan solusi digital yang ditawarkan oleh platform seperti Vercel dapat memberdayakan ekosistem digital Indonesia, mempercepat transformasi digital, dan menciptakan lapangan kerja baru di bidang pengembangan AI.
Namun, di sisi lain, hal ini juga menghadirkan tantangan. Indonesia perlu memastikan kesiapan infrastruktur digital, ketersediaan talenta yang mumpuni di bidang AI, serta kerangka regulasi yang memadai untuk mengelola dampak sosial dan ekonomi dari revolusi AI ini. Adaptasi yang cepat dan strategis akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk memanfaatkan potensi besar AI dan meminimalkan risiko disrupsi.














