X Kurangi Pembayaran untuk Akun yang Sebarkan Konten Clickbait dan Agregasi Berita Cepat
Jakarta – Platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dilaporkan mulai mengurangi pembayaran kepada akun-akun yang dianggap menyebarkan konten clickbait dan melakukan agregasi berita secara masif dan cepat. Langkah ini diumumkan langsung oleh Kepala Produk X, Nikita Bier.
Bier menyatakan pada Sabtu lalu bahwa semua akun agregator mengalami pengurangan pembayaran sebesar 60% pada siklus pembayaran kali ini. Ia menambahkan bahwa pengurangan lebih lanjut sebesar 20% akan diberlakukan pada siklus berikutnya. Selain itu, X juga akan mengurangi kompensasi bagi “penyebar konten bait yang berulang menggunakan label ‘BREAKING’ pada setiap unggahannya.”
Menurut Bier, praktik menyebarkan ratusan unggahan ulang hasil curian dan konten clickbait setiap hari telah mengesampingkan kreator asli dan menghambat pertumbuhan penulis baru. “X tidak akan pernah melanggar kebebasan berbicara atau jangkauan, namun kami tidak akan memberikan kompensasi atas manipulasi program atau pengguna kami,” tegasnya.
Keputusan ini muncul setelah sejumlah akun berita konservatif melaporkan bahwa mereka menerima pemberitahuan dari X mengenai demonetisasi akun mereka. Salah satu kreator yang terdampak, Dom Lucre, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya adalah kreator pertama yang didemonetisasi di platform ini dan itu terjadi selama satu tahun penuh. Saya mendapatkannya kembali dan kini kehilangannya tanpa penjelasan. Bagaimana ini bisa terjadi? Saya adalah salah satu kreator yang paling giat bekerja di X,” tulisnya.
Dom Lucre memiliki 1,6 juta pengikut di X dan pernah menghasilkan sekitar $55.000 per tahun dari platform tersebut. Ia mengklaim bahwa X mendengarkan keluhan dari pihak-pihak yang tidak memiliki tujuan menciptakan konten di aplikasi tersebut. Meskipun mengakui bahwa menandai setiap unggahan sebagai berita breaking adalah clickbait, ia bersikeras bahwa hanya sedikit unggahannya yang benar-benar bersifat breaking. Namun, beberapa pengguna X menunjukkan data yang menyebutkan ia telah menggunakan kata “BREAKING” sebanyak 91 kali dalam seminggu terakhir.
Kreator lain, PoliMath, menyatakan kekhawatirannya turut terdampak oleh pengetatan kebijakan ini, meskipun ia merasa bukan seorang “agregator”. Ia mengakui memiliki kemitraan berbayar dengan Kalshi.
Langkah X ini juga terjadi di tengah perdebatan mengenai nilai platform tersebut. Analis data Nate Silver mengeluhkan sulitnya mengarahkan lalu lintas dari X ke situs web lain, serta dominasi akun sayap kanan di platform tersebut. Bier membantah akurasi data Silver, meskipun analisis lain mendukung klaim tersebut.
Relevansi Kebijakan X untuk Lanskap Digital Indonesia
Keputusan X untuk memprioritaskan kreator asli dan mengurangi kompensasi bagi penyebar konten agregatif dan clickbait memiliki implikasi yang menarik bagi Indonesia. Dalam ekosistem digital Indonesia yang dinamis, konten agregatif dan clickbait sering kali mendominasi percakapan dan menarik perhatian. Kebijakan ini dapat mendorong platform lokal dan kreator Indonesia untuk lebih fokus pada produksi konten orisinal yang berkualitas, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas informasi yang disajikan kepada publik. Selain itu, ini bisa menjadi dorongan bagi platform media sosial di Indonesia untuk meninjau kembali model monetisasi mereka, memastikan bahwa kreator yang berkontribusi secara substansial mendapatkan imbalan yang layak, sekaligus memerangi penyebaran disinformasi dan konten berkualitas rendah.














