Jumat, April 17, 2026
Teknotrending.com
  • Trending
  • Berita TeknologiUpdate
No Result
View All Result
  • Trending
  • Berita TeknologiUpdate
No Result
View All Result
Teknotrending.com
Home Berita Teknologi

Kesalahan Keamanan Twitter: Lebih Berbahaya

Anisa Riskiyani by Anisa Riskiyani
September 14, 2023
in Berita Teknologi
Kesalahan Keamanan Twitter: Ancaman Siber Yang Lebih Berbahaya
543
SHARES
1.8k
VIEWS
Rangkum dengan ChatGPT

Kesalahan Keamanan Twitter: Potensi Bahaya yang Lebih Besar dari yang Diperkirakan

JAKARTA – Twitter baru-baru ini mengalami masalah keamanan data yang mungkin terdengar sepele. Alamat email, nomor telepon, dan empat digit terakhir kartu kredit yang digunakan untuk transaksi iklan di platform tersebut tersimpan di cache peramban tanpa pengamanan yang memadai. Insiden ini berpotensi menimbulkan konsekuensi yang lebih serius daripada yang terlihat di permukaan.

Peretasan dan Penipuan Melalui Telepon

Perubahan pola kerja menjadi bekerja dari rumah (WFH) telah memberikan lebih banyak waktu luang bagi sebagian orang, yang sayangnya juga dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. Penipu memanfaatkan situasi ini dengan menargetkan individu yang mungkin lebih rentan karena distraksi dan kekhawatiran terkait pandemi.

Serangan phishing, baik melalui email maupun telepon, umumnya bertujuan untuk meyakinkan korban bahwa komunikasi berasal dari pihak yang terpercaya. Informasi yang sudah dimiliki kemudian digunakan untuk menggali lebih banyak data pribadi yang dapat disalahgunakan untuk kerugian finansial.

Jika data pribadi Anda bocor akibat kompromi sistem vendor, penipu dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk melakukan penipuan lebih lanjut melalui telepon. Modus yang umum digunakan adalah dengan memalsukan nomor identifikasi penelepon (caller ID) agar terlihat sah.

Contoh percakapan penipuan:

  • Penipu: “Halo, saya [Nama Palsu], supervisor akun di [Nama Vendor Terpercaya Anda]. Kami mengalami masalah dengan kartu kredit Anda yang empat digit terakhirnya [nomor yang diketahui], dan transaksi tidak berhasil diproses. Bisakah Anda membantu kami menyelesaikannya?”
  • Korban: “Tentu.”
  • Penipu: “Mengingat situasi COVID-19, Anda baik-baik saja, kan?”
  • Korban: “Ya.”
  • Penipu: “Baik, mengingat situasi COVID-19, banyak akun palsu dibuat, dan kami perlu memastikan identitas Anda. Saya harap Anda mengerti.”
  • Korban: “Saya mengerti.”
  • Penipu: “Jadi, email yang kami miliki untuk Anda adalah [alamat email yang diketahui].”
  • Korban: “Ya.”
  • Penipu: “Dan nomor telepon yang kami miliki adalah nomor yang baru saja saya hubungi [nomor telepon yang diketahui], benar?”
  • Korban: “Ya.”
  • Penipu: “Apakah Anda memiliki kartu kredit yang Anda gunakan saat ini?”
  • Korban: “Ya.”

(Tujuan pertanyaan ini adalah untuk membangun kepercayaan dan mendapatkan konfirmasi berulang dari korban.)

  • Penipu: “Oh, sepertinya sistem kami menghapus tanggal kedaluwarsa kartu Anda; bisakah Anda sebutkan kembali?”
  • Korban: (Menyebutkan tanggal kedaluwarsa)
  • Penipu: “Baik, mari kita coba proses kembali. Tunggu sebentar. Maaf, kartu Anda masih belum bisa diproses. Apakah menurut Anda Anda salah memasukkan nomornya? Saya sangat menyesal atas ketidaknyamanan ini. Bisakah Anda berikan nomornya sekali lagi?”

(Jika dilakukan dengan benar, korban akan semakin yakin bahwa penelepon berasal dari vendor yang bersangkutan.)

  • Korban: (Memberikan nomor kartu kembali)
  • Penipu: “Masih belum bisa diproses. Mari kita periksa satu hal lagi: nomor kecil di belakang kartu, bisakah Anda membacakannya untuk saya?”

Jika korban memberikan semua informasi yang diminta, penipu akan memiliki semua yang mereka butuhkan untuk melakukan penipuan finansial. Informasi ini juga dapat digunakan untuk melakukan phishing lebih lanjut, misalnya dengan berpura-pura dari perusahaan lain seperti Amazon, lalu meminta informasi kartu tambahan dengan alasan masalah pada kartu yang sudah ada.

Proses ini bisa berulang selama berminggu-minggu hingga penipu mengumpulkan cukup informasi untuk mencuri identitas korban. Jika berhasil, pemulihan identitas dan peringkat kredit bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, belum lagi dampak emosional bagi korban dan keluarga.

Peringatan dan Langkah Pencegahan

Mengetahui potensi bahaya ini, pengguna yang pernah beriklan di Twitter disarankan untuk waspada terhadap panggilan telepon yang mengaku dari pihak terpercaya dan meminta informasi pribadi, terutama jika penelepon memiliki sebagian data yang diketahui bocor. Penipu juga bisa saja menargetkan anggota keluarga lain.

Praktik terbaik adalah tidak pernah memberikan informasi keuangan melalui telepon, kecuali Anda yang melakukan panggilan ke bisnis yang terpercaya dan telah diverifikasi. Setiap panggilan, email, atau pesan teks yang meminta informasi pribadi atau keuangan harus dicurigai.

BacaJuga

Ai Dongkrak Trafik Ritel As Dan Pendapatan

AI tingkatkan trafik ritel AS, dongkrak pendapatan

April 17, 2026
1.8k
Roblox Ai: Agen Baru Untuk Game

Roblox AI: Alat Agen Baru untuk Game

April 17, 2026
1.8k
Insightfinder Raih $15 Juta, Dorong Ai Startup

InsightFinder Raih $15 Juta Bantu AI

April 16, 2026
1.8k
Dua Amerika Dihukum Bantu Korut Curangi $5 Juta

Dua Amerika dihukum bantu Korut curi $5 juta

April 16, 2026
1.8k

Jika Anda merasa khawatir, cari nomor kontak resmi perusahaan terkait dan hubungi mereka secara mandiri untuk memeriksa status akun Anda. Alternatifnya, akses situs web resmi perusahaan dengan mengetikkan URL langsung di peramban Anda (hindari mengklik tautan dari email yang bisa jadi jebakan phishing) untuk meninjau akun Anda. Jika tidak ada masalah yang terdeteksi, kemungkinan besar Anda berhasil menghindari penipuan.

Untuk anak-anak dan lansia, penting untuk melakukan simulasi atau latihan agar mereka tidak mudah terjebak dalam modus penipuan ini dan selalu waspada. Pelaku kejahatan seringkali mencari titik terlemah dalam keluarga, sehingga edukasi dan kesiapan seluruh anggota keluarga sangat krusial.

Produk Teknologi Minggu Ini: Suunto 7 Smartwatch

Meskipun Apple Watch masih menjadi smartwatch terbaik di pasar, keterbatasannya pada ekosistem Apple membatasi penggunanya. Bagi pengguna non-iPhone, pencarian smartwatch alternatif yang mumpuni terus dilakukan. Salah satu yang patut diperhitungkan adalah Suunto 7 yang ditenagai oleh platform Qualcomm Snapdragon 3100.

Suunto 7 menawarkan layar AMOLED 1,39 inci dengan kecerahan 1.000 nits, yang membuatnya unggul dalam visibilitas di bawah sinar matahari, setara dengan layar kelas militer. Meskipun layar OLED pada Apple Watch memiliki keunggulan dalam efisiensi daya dan kontras hitam, layar AMOLED pada Suunto 7 menawarkan rasio kontras yang lebih tinggi, ketahanan yang lebih baik, dan kejernihan gambar yang tajam.

Jam tangan ini dilengkapi dengan pelacakan langkah yang memadai dan GPS yang andal untuk pelari. Fitur pembayaran nirsentuh melalui Google Pay juga tersedia. Suunto 7 mendukung kontrol musik, namun tidak menyediakan penyimpanan musik offline dan memerlukan koneksi ponsel untuk fungsi-fungsi terintegrasi.

Meskipun tidak memiliki fitur pelacak tidur, Suunto 7 memiliki sensor detak jantung yang akurat dan fitur peta panas (heat map) yang menampilkan rute populer dari pengguna Suunto lainnya, sangat membantu untuk menemukan jalur lari atau bersepeda baru. Desainnya yang menarik dengan perpaduan fitur olahraga dan fashion menjadikan Suunto 7 pilihan yang patut dipertimbangkan.

Sumber: technewsworld


Relevansi di Indonesia: Waspada Ancaman Digital yang Semakin Canggih

Kesalahan keamanan yang terjadi pada platform global seperti Twitter, meskipun berakar dari masalah teknis yang terdengar sederhana, memiliki implikasi yang signifikan dan patut menjadi perhatian serius bagi masyarakat Indonesia. Di era digital yang semakin terintegrasi, kebocoran data pribadi, sekecil apapun, dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk penipuan dan kejahatan siber yang semakin canggih.

Perkembangan teknologi komunikasi dan penetrasi internet yang tinggi di Indonesia, ditambah dengan tingkat literasi digital yang masih bervariasi, menjadikan sebagian besar masyarakat rentan terhadap modus penipuan seperti yang diuraikan dalam artikel. Kemampuan penipu untuk memanipulasi informasi dan memanfaatkan celah keamanan, seperti yang terjadi pada Twitter, menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh pengguna.

Oleh karena itu, artikel ini memberikan pengingat penting mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak mudah percaya pada komunikasi yang datang secara tiba-tiba, dan selalu melakukan verifikasi independen terhadap setiap permintaan informasi sensitif. Edukasi berkelanjutan mengenai keamanan siber, baik di tingkat individu maupun keluarga, menjadi krusial untuk membangun ketahanan digital masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.

Tags: ancaman keamanan onlinekesalahan keamanan twitter
SummarizeSendShare217Tweet136
Anisa Riskiyani

Anisa Riskiyani

Penulis teknologi dan pengulas gadget di Teknotrending.com. Fokus memberikan update tren teknologi terbaru dan solusi digital untuk kebutuhan harian Anda

Postingan Trending

Anthropic Larang Pembuat Openclaw Akses Claude
Berita Teknologi

Anthropic larang pembuat OpenClaw akses Claude

April 11, 2026
1.8k
Peretas Tanam Backdoor Di Plugin Wordpress Populer
Berita Teknologi

Peretas tanam backdoor di banyak plugin WP

April 15, 2026
1.8k
Sam Altman Tanggapi Artikel Panas New Yorker
Berita Teknologi

Altman tanggapi artikel panas New Yorker

April 12, 2026
1.8k
Artemis Ii Mendarat Sempurna Di Samudra Pasifik: Misi Bersejarah Sukses
Berita Teknologi

Artemis II Mendarat Sempurna di Samudra Pasifik

April 11, 2026
1.8k
Next Post
Kembali Ke Masa Depan: Nostalgia Era Rss

Kembali ke Masa Depan RSS

Ponsel Biasa Jadi Satelit 5G Pertama: Revolusi Komunikasi

Ponsel Biasa Buat Telepon Satelit 5G Pertama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Saya menyetujui Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi.

Recommended.

Lucid Motors: New Ceo, Uber Funding &Amp; Saudi Investment

Lucid Motors: CEO Baru, Dana Uber & Saudi

April 14, 2026
1.8k
Facebook Larang Iklan Penipuan Corona: Jaga Keamanan Pengguna

Facebook Larang Iklan Penipuan Corona

Februari 27, 2020
1.8k
Bos Ev &Amp; Teknologi Ford Tinggalkan Pabrikan

Bos EV & Teknologi Ford Tinggalkan Pabrikan

April 16, 2026
1.8k
Mobil Otonom Tabrak Induk Bebek, Warga Texas Marah

Mobil otonom tabrak induk bebek, warga Texas marah

April 9, 2026
1.8k
Apple Intelligence Sparks Wwdc24 Opening With Ai Innovations

Apple Intelligence Pimpin Pembukaan WWDC24

Juni 11, 2024
1.8k
Teknologi trending logo

Media informasi yang mengulas perkembangan teknologi terkini dan segala hal yang sedang trending di dunia digital. Sumber terpercaya untuk informasi teknologi Anda.

Ikuti Kami

Layanan Kami

  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy

© 2026 Teknotrending.com - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Trending
  • Berita Teknologi

© 2026 Teknotrending.com - All Rights Reserved.

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan untuk penggunaan cookie. Kunjungi halaman tentang Kebijakan Privasi & Cookie.