Keenan Skelly: Menjelajahi Lanskap Keamanan Siber dan Peran Indonesia di Era Digital
JAKARTA – Keenan Skelly, Wakil Presiden Kemitraan Global dan Penginjil Keamanan di Circadence, membagikan pandangannya mengenai evolusi keamanan siber, pentingnya pembentukan norma global, serta peluang yang ada di bidang ini. Pengalamannya yang beragam, mulai dari penjinak bahan peledak di Angkatan Darat AS hingga perannya saat ini, memberikan perspektif unik tentang tantangan dan masa depan keamanan siber.
Perjalanan Karier yang Dinamis
Karier Skelly dimulai sebagai teknisi penjinak bahan peledak di Angkatan Darat AS, berfokus pada senjata kimia dan nuklir. Pengalaman ini memberinya wawasan mendalam tentang penanganan ancaman berskala besar. Setelah insiden 11 September, ia beralih ke Divisi Perlindungan Infrastruktur Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Di sana, ia memimpin penilaian kerentanan di berbagai sektor kritis, mengidentifikasi keamanan informasi sebagai titik kegagalan tunggal.
“Kami melihat bahwa keamanan informasi adalah satu-satunya titik kegagalan di semua sektor ini. Meskipun demikian, kami tidak benar-benar menyediakan banyak aset untuk komunitas infrastruktur kritis,” ujar Skelly.
Pengalaman ini mendorongnya untuk mendalami bidang keamanan siber. Ia kembali ke pendidikan formal, meraih gelar sarjana di bidang teknologi informasi, dan kemudian bekerja dengan perusahaan-perusahaan kecil untuk mempromosikan solusi keamanan siber.
Passion di Ranah Keamanan Siber
Skelly melihat keamanan siber sebagai bidang yang menawarkan kesempatan langka untuk membuat keputusan yang berdampak jangka panjang. “Kita berada tepat di tengah-tengahnya sekarang. Kita baru saja mencari tahu apa seharusnya norma-norma global,” jelasnya. Kebijakan dan teknologi yang dikembangkan saat ini akan membentuk domain ini selama bertahun-tahun mendatang.
Selain itu, keamanan siber memiliki dampak yang semakin besar pada kehidupan sehari-hari. Ketergantungan pada teknologi dan web telah meningkat secara eksponensial, menjadikan kita lebih rentan terhadap serangan. “Kita perlu mencari tahu cara terbaik untuk bergerak maju dan hal-hal apa yang perlu kita kurangi,” tambahnya.
Transisi dari Sektor Publik ke Swasta
Skelly menikmati pekerjaannya di sektor pemerintah dan militer karena rasa tujuan dan kemampuannya untuk menciptakan perubahan yang terlihat luas. Namun, ia menyadari bahwa inovasi yang pesat seringkali berasal dari organisasi yang lebih kecil dan gesit. Ia kini menikmati bekerja dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki cara berpikir baru dalam menghadapi ide-ide kompleks seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin.
“Yang saya sukai dari dunia bisnis adalah kemampuan untuk berinovasi ide dan teknologi baru serta menyampaikannya kepada masyarakat dengan lebih cepat,” katanya.
Tantangan Utama dalam Keamanan Siber
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah pembentukan norma di ranah siber. Skelly menyamakan situasi saat ini dengan “wild west,” di mana banyak pihak menguji batas. Ia menekankan perlunya komunitas global untuk menetapkan batasan mengenai apa yang pantas dan tidak pantas di ruang siber.
“Ruang siber dapat dipersenjatai. Ancaman berubah begitu cepat sehingga sulit untuk menyampaikan pesan kepada pasukan tentang cara tetap aman. Kita harus mengubah cara berpikir kita tentang masalah tersebut, dan itulah yang terjadi dengan siber,” ujarnya.
Meskipun ancaman seperti phishing dan ransomware menjadi fokus utama saat ini, Skelly memperingatkan bahwa ancaman baru akan terus muncul. Oleh karena itu, penting untuk mengubah paradigma dalam memandang masalah keamanan siber.
Peran Penting Pekerjaan Sukarela
Skelly aktif dalam kegiatan sukarela di Team Rubicon dan Palang Merah AS untuk Layanan Bencana. Pengalaman ini mengajarkan pentingnya manajemen krisis dan respons masyarakat terhadap insiden berskala besar.
“Itu telah membantu saya menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab, baik dalam situasi hidup dan mati maupun dalam situasi bisnis,” katanya.
Nasihat untuk Perempuan di Bidang Keamanan
Skelly mendorong perempuan yang tertarik pada bidang keamanan untuk tidak terpaku pada citra usang seorang peretas. “Karena siber sangat meresap, Anda bisa memiliki pekerjaan di bidang keamanan siber di hampir semua pekerjaan,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar, mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan ancaman yang selalu berubah.
Dampak Global dan Relevansi untuk Indonesia
Perbincangan dengan Keenan Skelly menyoroti urgensi global dalam menghadapi tantangan keamanan siber. Di Indonesia, yang semakin terintegrasi dalam ekonomi digital, pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip keamanan siber menjadi krusial. Pernyataan Skelly mengenai perlunya pembentukan norma global sangat relevan bagi Indonesia, yang dapat berperan aktif dalam forum internasional untuk membentuk kerangka kerja keamanan siber yang adil dan efektif. Selain itu, anjuran untuk mengubah paradigma dan fokus pada inovasi sejalan dengan upaya Indonesia untuk mempercepat transformasi digitalnya, sekaligus memastikan infrastruktur digital yang aman dan tangguh. Peluang di bidang keamanan siber yang diungkapkan Skelly juga dapat menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berkarier di sektor yang dinamis ini, berkontribusi pada kedaulatan digital bangsa.
Sumber: technewsworld














