Jaksa Agung Florida Selidiki OpenAI atas Dugaan Dampak Negatif pada Anak di Bawah Umur dan Keamanan Nasional
Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, mengumumkan pada hari Kamis bahwa kantornya akan menyelidiki OpenAI terkait dugaan bahaya terhadap anak di bawah umur, potensi ancaman terhadap keamanan nasional, dan kemungkinan keterkaitannya dengan insiden penembakan di Florida State University (FSU) tahun lalu.
“ChatGPT kemungkinan besar telah digunakan untuk membantu pelaku dalam insiden penembakan massal baru-baru ini di Florida State University yang secara tragis merenggut dua nyawa,” ujar Jaksa Agung Uthmeier dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.
Pada hari penembakan di FSU bulan April lalu, tersangka diduga menanyakan ChatGPT tentang bagaimana reaksi negara terhadap insiden penembakan di FSU, serta jam tersibuk di pusat mahasiswa FSU. Pertanyaan-pertanyaan ini berpotensi digunakan sebagai bukti terhadap tersangka dalam persidangan yang dijadwalkan pada bulan Oktober.
Jaksa Agung juga mengemukakan kekhawatiran lain mengenai ChatGPT yang diduga mendorong tindakan bunuh diri dalam beberapa kasus, sebagaimana didokumentasikan dalam berbagai gugatan yang diajukan oleh keluarga terhadap OpenAI. Ia juga menyebutkan kekhawatirannya bahwa Partai Komunis Tiongkok dapat menggunakan teknologi OpenAI untuk melawan Amerika Serikat.
“Ketika perusahaan teknologi besar meluncurkan teknologi ini, mereka seharusnya tidak—mereka tidak boleh—membahayakan keselamatan dan keamanan kita,” tegasnya. “Kami mendukung inovasi. Namun, hal itu tidak memberikan hak kepada perusahaan mana pun untuk membahayakan anak-anak kita, memfasilitasi aktivitas kriminal, memberdayakan musuh Amerika, atau mengancam keamanan nasional kita.”
Ia juga menyerukan legislatif Florida untuk “bekerja cepat” dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif kecerdasan buatan (AI).
“Setiap minggu, lebih dari 900 juta orang menggunakan ChatGPT untuk meningkatkan kehidupan sehari-hari mereka melalui berbagai kegunaan, seperti mempelajari keterampilan baru atau menavigasi sistem layanan kesehatan yang kompleks,” kata juru bicara OpenAI dalam sebuah pernyataan kepada TechCrunch. “Upaya keselamatan kami yang berkelanjutan terus memainkan peran penting dalam memberikan manfaat ini kepada masyarakat umum, serta mendukung penelitian ilmiah dan penemuan.”
OpenAI menambahkan bahwa mereka membangun dan terus meningkatkan ChatGPT untuk memahami niat pengguna dan merespons dengan cara yang pantas dan aman. Perusahaan menyatakan akan bekerja sama dengan penyelidikan jaksa agung Florida.
Pada hari Rabu, OpenAI meluncurkan Cetak Biru Keselamatan Anak (Child Safety Blueprint), yang mencakup rekomendasi kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan anak terkait AI.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan terhadap pengembang chatbot untuk mengatasi potensi peran mereka dalam pembuatan materi pelecehan seksual anak (CSAM). Menurut laporan terbaru dari Internet Watch Foundation, terdapat lebih dari 8.000 laporan CSAM yang dihasilkan AI pada paruh pertama tahun 2025, yang menunjukkan peningkatan 14% dari tahun ke tahun.
Cetak Biru OpenAI merekomendasikan pembaruan legislasi untuk melindungi dari materi yang dihasilkan AI, penyempurnaan proses pelaporan kepada penegak hukum, dan institusi langkah pencegahan yang lebih baik terhadap penyalahgunaan alat AI.
Sumber: techcrunch
Relevansi AI dan Tanggung Jawab: Cermin bagi Indonesia?
Penyelidikan yang dilakukan oleh Jaksa Agung Florida terhadap OpenAI menyoroti dilema krusial yang dihadapi dunia seiring pesatnya perkembangan teknologi AI. Kekhawatiran mengenai penyalahgunaan AI, terutama yang berkaitan dengan perlindungan anak dan keamanan nasional, bukanlah isu yang hanya relevan bagi Amerika Serikat. Indonesia, sebagai negara yang juga tengah merangkul transformasi digital, perlu secara proaktif mengantisipasi dan merumuskan kebijakan yang tepat guna mengelola potensi risiko yang dibawa oleh teknologi AI. Pengawasan, edukasi, dan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan bahwa inovasi AI dapat dimanfaatkan secara optimal demi kemajuan bangsa tanpa mengorbankan keselamatan dan kesejahteraan warganya.













