Solusi Cloud untuk Cadangan Data Bisnis Semakin Penting di Tengah Lanskap Ancaman yang Berkembang
Jakarta – Kebutuhan bisnis untuk memindahkan cadangan data dari infrastruktur fisik ke solusi berbasis cloud semakin mendesak, didorong oleh peningkatan ancaman siber dan tuntutan efisiensi operasional. Model Software as a Service (SaaS) menawarkan kelincahan, efektivitas biaya, dan keandalan yang menjadikannya pilihan utama bagi banyak organisasi.
Paul Evans, CEO Redstor, penyedia solusi manajemen data asal Inggris, menekankan bahwa pasar perlu diyakinkan mengenai keamanan dan kecerdasan pencadangan data ke cloud. Redstor, dengan lebih dari 40.000 klien global dan lebih dari 100 juta pemulihan data per tahun, dinobatkan sebagai Hosted Cloud Vendor of the Year pada 2022 Technology Reseller Awards.
“Perusahaan seharusnya tidak hanya mengucapkan selamat tinggal pada perangkat keras fisik, tetapi merayakannya karena penghapusannya menurunkan risiko ransomware atau dampak kebakaran atau banjir di pusat data,” ujar Evans.
Model SaaS memberikan agilitas dan efektivitas biaya yang signifikan, menjadikannya opsi yang andal untuk berbagai model bisnis dan industri. Kemudahan penggunaan, aksesibilitas, keamanan, dan konektivitas yang luas juga berkontribusi pada popularitasnya.
Ancaman Siber Memicu Perubahan
Perubahan dramatis dalam lanskap ancaman, terutama pasca-invasi Rusia ke Ukraina, telah meningkatkan kewaspadaan terhadap malware yang disponsori negara dan perang siber. Presiden AS Joe Biden telah mendorong sektor swasta untuk memperkuat pertahanan digital mereka, sementara GCHQ Inggris memperingatkan bahwa serangan siber semakin terarah.
“Ancaman tidak hanya tumbuh dalam skala dan kompleksitas. Berbagai serangan ransomware semakin memperjelas bahwa perusahaan dari berbagai ukuran akan semakin menjadi target. Akibatnya, kita akan melihat lebih banyak bisnis mendaftarkan MSP untuk menjalankan program IT, keamanan siber, dan kepatuhan mereka,” prediksi Evans.
Teknologi Redstor: Solusi Cerdas dan Sederhana
Menanggapi tantangan ini, Redstor menawarkan platform pencadangan yang dirancang untuk kesederhanaan dan efektivitas bagi Managed Service Providers (MSPs). Evans menjelaskan bahwa keunggulan Redstor terletak pada kemudahan penggunaan, proses onboarding yang cepat, dan skalabilitas yang mudah.
“Pendekatan kami berfokus pada kekhawatiran bisnis seputar postur risiko mereka, kurangnya sumber daya selama kekurangan talenta IT, dan tantangan profitabilitas. Redstor menawarkan apa yang kami yakini sebagai platform pencadangan paling cerdas dan paling sederhana untuk MSP,” kata Evans.
Platform Redstor memungkinkan perlindungan data di lingkungan lokal (on-premises) maupun cloud, termasuk Microsoft 365, Google Workspace, dan Kubernetes, semuanya melalui satu aplikasi terpadu. Teknologi InstantData memungkinkan pemulihan data penting dalam hitungan detik saat terjadi pemadaman.
“Platform ini juga cerdas karena kami memungkinkan pemulihan yang dikendalikan pengguna dengan melakukan streaming data cadangan sesuai permintaan. Dengan demikian, organisasi memiliki apa yang mereka butuhkan untuk segera beroperasi kembali setelah kehilangan data,” tambah Evans.
Selain pencadangan, platform ini juga mencakup pengarsipan dan pemulihan bencana dengan fitur pencarian dan wawasan tingkat tinggi. Integrasi kecerdasan buatan (AI) dan model pembelajaran mesin membantu mendeteksi dan mengisolasi file mencurigakan dalam cadangan untuk pemulihan bebas malware.
Keunggulan Cloud Dibanding Solusi Fisik
Evans menyoroti bahwa solusi fisik yang dibangun dari berbagai akuisisi teknologi yang dirakit secara terburu-buru tidak akan mampu menangani tantangan saat ini. Masalah rantai pasokan dan kelangkaan komponen kritis juga menjadi kendala pada perangkat keras fisik.
“Memindahkan perlindungan data Anda ke cloud menghilangkan kedua masalah ini dan menempatkan tanggung jawab sepenuhnya pada MSP,” jelasnya.
Keamanan SaaS terus diperbarui dan ditingkatkan, dengan pembaruan gratis yang dikirimkan secara berkala. Penyimpanan cadangan di pusat data yang terpisah secara geografis juga menciptakan celah udara (air gap) untuk meningkatkan keamanan.
“Alasan utama popularitas perlindungan data SaaS adalah selama pandemi ketika akses fisik menjadi sulit. Mereka yang memiliki perlindungan data yang melibatkan perangkat keras menghadapi tantangan dalam memperbaiki dan mengganti perangkat. Banyak organisasi juga tidak menginginkan perangkat keras di lokasi karena sulit didapat akibat masalah rantai pasokan, dan perangkat tersebut dikenal sebagai magnet ransomware,” ungkap Evans.
Kriteria Pemilihan Vendor bagi MSP
Bagi MSP, pemilihan vendor yang tepat sangat krusial. Evans menyarankan agar MSP mencari vendor yang menyediakan dukungan penjualan dan pemasaran yang mendalam, margin yang menarik dengan harga yang jelas dan transparan, serta kemampuan untuk menskalakan perlindungan data dengan cepat.
“Vendor perlu memberikan MSP kemampuan untuk membeli apa pun yang mereka butuhkan dari satu sumber,” tegas Evans.
Selain itu, antarmuka tunggal untuk mengelola data, kemampuan multi-tenancy, dan rekam jejak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi seperti AI untuk mendeteksi dan menghapus malware, mengklasifikasikan data, dan memprediksi serangan siber juga menjadi pertimbangan penting.
Relevansi Digital bagi Indonesia: Menyongsong Era Keamanan Data yang Tangguh
Pergeseran fundamental dalam cara bisnis mengelola data cadangan, dari infrastruktur fisik ke solusi cloud berbasis SaaS, memiliki implikasi signifikan bagi Indonesia. Dengan semakin meningkatnya penetrasi digital dan adopsi teknologi di berbagai sektor, termasuk UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional, keamanan data menjadi prioritas utama.
Artikel ini secara gamblang menggarisbawahi bagaimana ancaman siber yang kian canggih dan kompleks menuntut pendekatan yang lebih proaktif dan terukur. Bagi Indonesia, yang tengah berupaya mempercepat transformasi digitalnya, adopsi solusi cadangan data yang cerdas dan aman seperti yang ditawarkan oleh Redstor, atau solusi serupa yang berfokus pada cloud, bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Penting bagi para pelaku bisnis di Indonesia untuk memahami bahwa investasi dalam infrastruktur perlindungan data yang modern dan aman adalah investasi pada keberlanjutan operasional dan reputasi. Dengan memanfaatkan keunggulan cloud, bisnis di Indonesia dapat meningkatkan ketahanan mereka terhadap risiko kehilangan data, meminimalkan dampak insiden siber, dan pada akhirnya, memperkuat kepercayaan pelanggan serta mitra bisnis di era digital yang dinamis ini.
sumber: technewsworld














