Teknotrending
  • Tech
  • Computing
  • Internet
  • IT
  • Mobile Tech
  • Review
  • Security
  • Technology
No Result
View All Result
SAVED POSTS
Teknotrending
  • Tech
  • Computing
  • Internet
  • IT
  • Mobile Tech
  • Review
  • Security
  • Technology
No Result
View All Result
SAVED POSTS
Teknotrending

Robot pengangkat teleskop orbital NASA lepas kendali-misi terancam

Singgih Fadillah by Singgih Fadillah
30/07/2026
in Science
0
586
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Misi Penyelamatan Teleskop NASA Terancam Gagal: Robot Katalyst Space Hilang Kendali di Orbit

Info Astronomy — Upaya ambisius untuk memperpanjang masa pakai salah satu teleskop luar angkasa andalan NASA kini tengah berada di ujung tanduk. Robot penyelamat milik perusahaan swasta Katalyst Space, yang dirancang khusus untuk mendorong Teleskop Neil Gehrels Swift ke orbit yang lebih tinggi, dilaporkan mengalami kegagalan sistem fatal dan berputar tanpa kendali di luar angkasa.

Kegagalan Beruntun di Luar Angkasa

Wahana antariksa bernama LINK tersebut diluncurkan pada 3 Juli lalu menggunakan roket Pegasus milik Northrop Grumman. Namun, alih-alih mendekati target, LINK justru mengalami serangkaian kerusakan teknis yang krusial akhir pekan lalu. NASA mengonfirmasi bahwa robot tersebut kini berputar tak terkendali, memicu gangguan komunikasi yang terputus-putus akibat antena pemancar yang terus bergeser menjauhi Bumi.

Laporan teknis menunjukkan situasi yang cukup parah di dalam sistem wahana:

  • Dua dari tiga roda reaksi (reaction wheels) yang berfungsi mengontrol orientasi wahana mengalami kerusakan total.
  • Sistem pendorong utama (thruster) mengalami kendala operasional yang serius.
  • Komunikasi dengan pusat kendali di Bumi menjadi sangat tidak stabil (sporadis).

Misi Bersejarah yang Penuh Risiko

Misi ini sebenarnya mencetak sejarah baru bagi industri antariksa. Untuk pertama kalinya, NASA memercayakan perusahaan swasta untuk melakukan manuver peninggian orbit (orbit boosting) pada salah satu teleskop luar angkasa mereka. Targetnya adalah Teleskop Swift, sebuah observatorium pemburu ledakan sinar gama (gamma-ray bursts) yang telah berjasa sejak diluncurkan pada tahun 2004.

Akibat gaya gravitasi Bumi, posisi Swift perlahan-lahan merosot dan membutuhkan “dorongan” eksternal agar tidak terbakar di atmosfer dan dapat terus menjalankan misinya. Karena urgensi waktu yang sangat mepet, Katalyst Space harus merakit wahana LINK dalam waktu yang sangat singkat.

“Semua ini sangat menantang dan berisiko tinggi. Ada banyak wahana antariksa lain yang memiliki siklus pengembangan jauh lebih lama dengan pendanaan yang jauh lebih besar, namun tetap gagal karena masalah-masalah teknis yang sepele.”
— Kieran Wilson, Penyelidik Utama Misi Katalyst Space

Upaya Penyelamatan Darurat Sedang Berlangsung

Meski kondisinya kritis, tim pengendali penerbangan Katalyst Space belum menyerah. Saat ini, mereka tengah berupaya menstabilkan gerakan LINK menggunakan sistem pendorong cadangan untuk memperlambat putaran liar wahana tersebut.

Baca juga:  Lolos Regulasi Eropa - Chip Science Corp Atasi Kebutaan

Dalam pernyataan resminya, Katalyst menyebutkan bahwa beberapa manuver pembakaran darurat telah dilakukan dan mulai menunjukkan hasil yang diharapkan. Pihak perusahaan menegaskan bahwa misi ini masih aktif dan mereka tetap berkomitmen untuk melanjutkan rencana pertemuan (rendezvous) dengan Teleskop Swift begitu situasi terkendali.

Dukungan Finansial dan Kepentingan Militer

Katalyst Space sendiri baru saja mengantongi pendanaan sebesar USD 12 juta (sekitar Rp195 miliar) pada Juni lalu yang dipimpin oleh Fortitude Ventures dan Geodesic Capital. Selain misi ilmiah bersama NASA, teknologi robotik besutan Katalyst juga menarik perhatian militer Amerika Serikat, yang sangat membutuhkan kendaraan taktis untuk merawat, memperbaiki, atau memantau satelit di orbit bumi.

Kesimpulan

Masa depan Teleskop Swift kini bergantung pada keberhasilan para insinyur Katalyst Space dalam menjinakkan putaran liar wahana LINK. Jika sistem cadangan gagal menstabilkan robot penolong tersebut, NASA harus segera mencari alternatif lain sebelum teleskop legendaris tersebut kehilangan ketinggian orbitnya secara permanen dan hancur di atmosfer Bumi.

SummarizeShare234SendTweet146
Singgih Fadillah

Singgih Fadillah

Pengamat dan jurnalis teknologi yang berfokus menyajikan berita teknologi terupdate, ulasan IT, serta analisis teknologi trending. Kami membantu Anda memahami perkembangan era digital secara akurat dan tepercaya.

Related Stories

Science Corporation’s vision-restoring chip wins EU approval

Lolos Regulasi Eropa – Chip Science Corp Atasi Kebutaan

by Singgih Fadillah
30/07/2026
3.2k

Harapan Baru Bagi Tunanetra: Alat Pemulih Penglihatan Besutan Eks Bos Neuralink Kantongi Izin Eropa Jakarta - Kabar gembira datang dari dunia medis dan teknologi saraf. science Corporation, sebuah...

Next Post
Science Corporation’s vision-restoring chip wins EU approval

Lolos Regulasi Eropa - Chip Science Corp Atasi Kebutaan

Please login to join discussion

Recommended

This $9 key physically locks your most addictive apps

Kunci Fisik Rp140 Ribu – Blokir Aplikasi Adiktif

30/07/2026
Polar founders

Browser AI Besutan Eks-Perplexity – Sasar Pekerja Intelektual

30/07/2026
TechCrunch Disrupt 2026’s new Smart Money Stage explores fintech, payments, AI, and everything between 

TechCrunch Disrupt 2026 – Kiblat Baru Industri Fintech-AI

30/07/2026
Worldcoin Project Co-founders Alex Blania (L) and Sam Altman (R)

Startup World Sam Altman Kantongi USD 52,5 Juta – Kripto

30/07/2026
E-commerce app icons including eBay

Teror Penulis – eBay Sepakat Bayar USD 56 Juta

30/07/2026

Popular Story

  • Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, and Galaxy Z Flip8 foldable smartphones

    Tantang Apple – Samsung Rilis Seri Lipat Terkuat

    588 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Kunci Fisik Rp140 Ribu – Blokir Aplikasi Adiktif

    586 shares
    Share 234 Tweet 146
  • Harga Token Anjlok – Biaya Riil AI Terus Membengkak

    586 shares
    Share 234 Tweet 146
teknotrending logo kecil normal

Berita teknologi, gadget, dan inovasi digital tepercaya di Indonesia. Review seputar smartphone, laptop, kecerdasan buatan (AI), serta panduan teknologi terlengkap setiap hari.

Service

  • Contact
  • Advertise

Support

  • About
  • Redaksi
  • Sitemap

Weekly Newsletter

  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms of Use
  • Pedoman Media Siber

© 2025 - 2026 Teknotrending.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
SAVED POSTS
  • TECH
  • COMPUTING
    • Data Management
    • Hardware
    • Operating Systems
  • INTERNET
    • Internet of Things
    • Online Entertainment
    • Search Tech
    • Social Networking
    • Web Apps
  • IT
    • Developers
    • IT Leadership
    • Network Management
  • MOBILE TECH
    • Mobile Apps
    • Ponsel Pintar
    • Tablets
    • Wearable Tech
    • Wireless Networking
  • REVIEW
  • SECURITY
    • Cybersecurity
    • Hacking
    • Malware
    • Privacy
  • TECHNOLOGY
    • Emerging Tech
    • Audio/Video
    • Cara
    • Gaming
    • Photography
    • Science
    • Tech Law
    • Transportasi

© 2025 - 2026 Teknotrending.com - All Rights Reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.