Pengguna media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube semakin mengandalkan platform ini untuk mendapatkan informasi terkini. Namun, keluhan mengenai informasi yang salah dan konten berkualitas rendah semakin marak, menimbulkan kekhawatiran tentang kepercayaan. Situasi ini diperparah oleh tuntutan hukum terhadap Meta terkait dampaknya pada kaum muda dan isu kepemilikan TikTok di Amerika Serikat. Kepercayaan terhadap media berita tradisional pun ikut terkikis, sebagaimana ditunjukkan oleh survei Pew Research yang menyebutkan hanya 56% orang dewasa AS yang memiliki kepercayaan tinggi atau cukup terhadap media berita nasional.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, SaySo hadir sebagai aplikasi video pendek baru yang berfokus pada penyajian berita yang dikurasi dari kreator terverifikasi dan jurnalis independen. Aplikasi ini telah diluncurkan untuk pengguna iOS di Amerika Serikat dan Kanada setelah melalui fase beta tertutup sejak November lalu.
SaySo berupaya membedakan diri dengan menawarkan pengalaman berita yang lebih terarah dan personal, menghindari kebiasaan menggulir tanpa henti. Salah satu fitur unggulannya adalah “Daily Digest”, di mana pengguna dapat memilih topik minat seperti politik, isu sosial, kesehatan masyarakat, atau kejahatan. Aplikasi kemudian akan mengkurasi serangkaian video terkait setiap hari, yang diperbarui setiap 20 jam.
Untuk menjangkau topik yang lebih luas, tersedia halaman “Explore” yang memungkinkan pengguna menemukan konten tambahan dari berbagai kreator. SaySo juga menyertakan fitur standar seperti kemampuan untuk mengikuti pengguna lain, menyukai, menyimpan, mengomentari, dan berbagi konten.
Fitur penting yang diusung SaySo adalah kewajiban bagi kreator untuk menyertakan sumber informasi secara langsung dalam video mereka, guna membangun kepercayaan pengguna. Aplikasi ini juga menggabungkan moderasi manusia dan AI dengan validasi sumber untuk memastikan integritas konten.
Dion Bailey, salah satu pendiri dan CTO, menjelaskan, “Konten tidak dipublikasikan secara otomatis. Semuanya melalui antrean moderasi, sehingga sebagian besar masalah dapat ditangani sebelum sampai ke pembaca. Jika ada yang terlewat dan dilaporkan, kami akan menyelidiki, menanganinya langsung dengan kreator, dan menghapusnya jika melanggar aturan.”
Selain itu, SaySo sedang mengembangkan fitur “community notes” yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam proses akuntabilitas melalui pendekatan pemeriksaan fakta yang dikumpulkan dari komunitas, serupa dengan yang ada di X dan TikTok.
Saat peluncurannya, SaySo telah bekerja sama dengan sekitar 30 kreator, termasuk Nico Agosta yang dikenal dengan seri video “Stocking the Capitol” yang mengupas urusan keuangan anggota Kongres AS, Dr. Victoria yang berfokus pada isu keadilan rasial dan perubahan sosial, serta Isabel Ravenna, seorang jurnalis independen yang karyanya pernah dimuat di National Geographic.
Mengenai kompensasi kreator, Ramin Beheshti, CEO dan salah satu pendiri SaySo, menyatakan bahwa banyak kreator yang bergabung sebagai mitra pendiri dan menerima tunjangan sejak awal. Dalam beberapa bulan mendatang, infrastruktur monetisasi penuh akan dibangun, dan sebagian besar pendapatan yang mengalir akan langsung diberikan kepada kreator. Ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai infrastruktur monetisasi atau pembagian pendapatan tersebut.
Beheshti sebelumnya menjabat sebagai chief product and tech officer di Dow Jones. SaySo merupakan aplikasi unggulan dari Caliber, yang sebelumnya dikenal sebagai The News Movement. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2022 dan berganti nama pada tahun 2025 untuk fokus pada jurnalisme sosial berformat pendek.
“Kami ingin membangun jenis produk berita baru yang membantu orang, bukan menambah beban berlebih yang akrab dialami banyak dari kita,” ujar Beheshti. “Ditambah dengan apa yang telah kami pelajari dari Caliber tentang kreator dan perubahan bentuk media modern, kami percaya kami telah menemukan sesuatu yang sangat istimewa.”
Ke depannya, perusahaan berencana meluncurkan SaySo di Inggris Raya pada musim panas, diikuti dengan ekspansi ke pasar tambahan sepanjang tahun ini dan 2027.
Sumber: techcrunch
Relevansi bagi Indonesia: Menjembatani Kesenjangan Kepercayaan Informasi Digital
Peluncuran aplikasi seperti SaySo menawarkan sebuah perspektif yang menarik bagi Indonesia, sebuah negara dengan penetrasi internet dan penggunaan media sosial yang sangat tinggi. Di tengah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi yang seringkali berdampak pada ketegangan sosial dan politik di tanah air, model yang ditawarkan SaySo dapat menjadi solusi potensial. Kemampuannya untuk menyajikan berita yang dikurasi, diverifikasi, dan bersumber jelas berpotensi meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia.
Implementasi fitur seperti “Daily Digest” dan “community notes” dapat mendorong pengguna untuk lebih kritis dalam mengonsumsi informasi, serta berpartisipasi aktif dalam proses verifikasi. Tantangan utamanya adalah adaptasi model bisnis dan konten agar relevan dengan konteks budaya dan bahasa Indonesia, serta memastikan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Jika berhasil diadaptasi, SaySo atau model serupa dapat menjadi instrumen penting dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap sumber informasi di era digital di Indonesia.













