AirPods Pro Hadir dengan Fitur Peredam Bising Aktif, Menjawab Kebutuhan Konsumen
Apple meluncurkan generasi terbaru AirPods, yang kini dibekali fitur Peredam Bising Aktif (Active Noise Cancellation/ANC). Model AirPods Pro, yang mulai dijual seharga US$249, menggunakan kombinasi mikrofon eksternal dan perangkat lunak untuk meredam suara latar, guna meningkatkan pengalaman mendengarkan pengguna.
Mikrofon eksternal pada earbud menangkap suara lingkungan untuk dianalisis. Analisis ini memungkinkan earbud menciptakan gelombang suara yang dapat meniadakan kebisingan sebelum mencapai telinga pendengar. Sementara itu, mikrofon internal yang menghadap ke telinga bertugas membersihkan sisa-sisa kebisingan yang mungkin lolos.
Sistem peredam bising ini secara kontinu menyesuaikan sinyal suara pada earbud sebanyak 200 kali per detik, demikian dilaporkan Apple. Fitur ANC disebut sebagai fitur yang paling banyak diminta oleh pelanggan Apple, menurut Tim Bajarin, presiden firma penasihat teknologi Creative Strategies.
Kevin Krewell, analis utama di Tirias Research, menambahkan bahwa AirPods Pro mengisi celah di pasar headphone dan earbud peredam bising yang selama ini didominasi oleh Bose dan Sony. Fitur ini menjadikannya solusi yang sangat baik untuk perjalanan udara dan lingkungan yang bising.
Tip Silikon untuk Kenyamanan dan Isolasi Suara
Untuk situasi di mana kesadaran terhadap lingkungan sekitar penting, AirPods Pro dilengkapi mode transparansi. Mode ini memungkinkan pengguna mendengarkan musik sekaligus suara eksternal seperti klakson kendaraan atau pengumuman stasiun. Mode transparansi dapat diaktifkan dan dinonaktifkan melalui sensor tekan pada stem AirPods Pro. Sensor ini juga berfungsi untuk mengontrol pemutaran musik, menjawab, dan mengakhiri panggilan telepon.
Apple juga mendesain ulang AirPods Pro dengan tiga ukuran ujung telinga silikon yang lembut dan fleksibel. Ujung telinga ini dapat menyesuaikan kontur telinga pengguna, memberikan kenyamanan dan kedap suara yang baik. Selain itu, terdapat sistem ventilasi baru yang dirancang untuk menyamakan tekanan dan mengurangi rasa tidak nyaman yang terkadang timbul akibat earbud konvensional.
Krewell menyatakan harapannya agar AirPods Pro dengan ujung telinga silikon akan lebih stabil di telinga, berbeda dengan AirPods generasi sebelumnya yang mudah lepas. Ia menambahkan bahwa ujung telinga silikon tidak hanya diperlukan untuk mengisolasi kebisingan sekitar, tetapi juga membantu AirPods Pro tetap terpasang dengan baik.
Uji Kecocokan Digital dan Fitur Lainnya
AirPods Pro menawarkan waktu dengar hingga empat setengah jam dalam mode Peredam Bising Aktif, dan hingga tiga setengah jam waktu bicara. Dengan pengisian daya tambahan dari charging case nirkabel, earbud dapat bertahan hingga 24 jam mendengarkan dan 18 jam berbicara.
Fitur lain yang disematkan pada AirPods Pro meliputi:
- Tes telinga digital untuk menentukan ukuran ujung telinga silikon yang paling pas bagi setiap pengguna.
- Dukungan “Hey Siri” untuk pengoperasian perangkat yang terhubung secara bebas genggam.
- Kemampuan berbagi audio dengan mudah dengan mendekatkan pasangan AirPods kedua ke iPhone atau iPad.
- Pengumuman pesan segera setelah diterima, kecuali saat sedang melakukan panggilan telepon atau berbagi media melalui Audio Share.
Strategi Apple di Pasar yang Kompetitif
Model AirPods Pro ini menjawab kebutuhan Apple untuk menawarkan earbud nirkabel canggih dengan fitur yang dicari konsumen, terutama peredam bising dan mode transparansi, menurut Stephanie Tomsett, analis wearables di ABI Research. Memiliki variasi produk dalam lini mereka juga membantu menjangkau lebih banyak konsumen, dengan opsi yang lebih terjangkau dan versi premium bagi mereka yang menginginkan fitur lebih lengkap.
Mark N. Vena, analis senior di Moor Insights and Strategy, mengenang kesuksesan besar AirPods generasi pertama. Meskipun bukan yang pertama di pasar, desain industri Apple yang khas menjadikannya fashionable bagi konsumen umum. AirPods Pro baru ini mengisi celah pasar karena konsumen umum kini mencari peredam bising aktif, kemampuan mikrofon yang lebih baik, dan dukungan asisten digital. Ia menambahkan bahwa dalam beberapa aspek, Apple sedang mengejar ketertinggalan dari ekspektasi konsumen yang sudah ada pada earbud lain.
Penetapan Harga Premium dan Potensi Pasar
Penambahan fitur baru pada earbud nirkabel diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar Apple, observasi Tomsett. Namun, ia mencatat bahwa ada banyak perangkat lain di pasar yang telah menawarkan banyak fitur earbud nirkabel serupa atau bahkan lebih murah dari perusahaan seperti Sony, Beats, Bose, Philips, Samsung, dan Jabra. Mayoritas konsumen yang mencari AirPods Pro kemungkinan adalah mereka yang sudah menggunakan ekosistem Apple. Perusahaan lain akan terus melihat pertumbuhan pengiriman karena harga mereka yang lebih rendah lebih menarik bagi banyak konsumen.
Meskipun AirPods Pro memiliki harga premium, Vena berpendapat bahwa produk ini sangat kompetitif dari segi fitur. Mikrofon beamforming ganda dan mikrofon internal dijanjikan akan memberikan pengalaman percakapan berkualitas tinggi, terutama dalam kondisi berangin atau bising. Desain yang dapat disesuaikan dengan segel yang diklaim luar biasa untuk ANC mungkin menarik bagi konsumen yang merasa tidak nyaman dengan earbud tradisional.
Pendapatan AirPods diproyeksikan meningkat 86 persen pada tahun 2019, mencapai 37 persen dari pendapatan wearables Apple atau 2,5 persen dari total pendapatan perusahaan, menurut laporan Loup Ventures. Jumlah unit AirPods yang dikirimkan per tahun diprediksi hampir dua kali lipat menjadi 50 juta pada 2019 dari 28,5 juta pada 2018. Meskipun pertumbuhan pesat AirPods akan melambat pada 2020, segmen ini diperkirakan akan menyamai pendapatan Apple Watch pada 2023.
Loup Ventures juga memperkirakan Apple akan memperoleh lebih banyak keuntungan dari AirPods Pro dibandingkan produk sebelumnya. Dengan harga US$249, Apple diperkirakan akan meraup keuntungan sekitar US$210 per unit setelah diskon ritel, sebuah peningkatan 51 persen dari model dasar AirPods yang dijual seharga US$159.
Pasar earbud nirkabel jelas sedang berkembang, dengan semakin banyak perusahaan yang secara teratur menawarkan perangkat jenis ini. Penawaran baru dari Apple kemungkinan akan meningkatkan kesadaran pasar dan merangsang pertumbuhan lebih lanjut. Dengan variasi perangkat yang ada dan pembaruan yang terus dilakukan, pasar ini diperkirakan akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.
Implikasi bagi Indonesia: Kesenjangan Teknologi dan Aspirasi Konsumen
Peluncuran AirPods Pro dengan fitur canggih seperti Peredam Bising Aktif dan mode transparansi menggambarkan tren global dalam teknologi wearables. Bagi Indonesia, hal ini menyoroti dua aspek penting. Pertama, adanya kesenjangan teknologi yang mungkin masih terasa, di mana produk-produk premium semacam ini masih tergolong mewah dan belum terjangkau oleh mayoritas konsumen. Namun, kedua, ini juga mencerminkan aspirasi konsumen Indonesia yang semakin melek teknologi dan menginginkan pengalaman audio yang superior, sejalan dengan tren global. Kehadiran produk-produk seperti AirPods Pro, meskipun mahal, dapat mendorong produsen lokal atau merek yang lebih terjangkau untuk berinovasi dan menghadirkan fitur serupa dengan harga yang lebih bersahabat, sehingga pada akhirnya dapat mendemokratisasi akses terhadap teknologi audio canggih di Indonesia.
Sumber: technewsworld















