Fathom Luncurkan Fitur Rapat Tanpa Bot untuk Mengatasi Keramaian Virtual
Jakarta – Startup Fathom, yang mengembangkan alat pencatat rapat berbasis kecerdasan buatan (AI), telah memperkenalkan pembaruan yang memungkinkan aplikasinya mentranskripsi seluruh panggilan tanpa memerlukan asisten AI untuk bergabung dalam rapat. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi masalah keramaian yang sering terjadi pada rapat daring akibat banyaknya asisten pencatat yang aktif secara bersamaan.
Fitur baru ini memungkinkan pengguna untuk merekam video panggilan dan memilih berbagai mode transkripsi. Fathom mengklaim fokus pada akurasi penentuan pembicara (speaker diarization) untuk mempermudah pengguna mengingat konteks percakapan. CEO Fathom, Richard White, menyatakan bahwa banyak alat tanpa bot yang ada saat ini tidak secara jelas mengidentifikasi siapa yang berbicara dalam transkrip yang dihasilkan, sehingga dapat menimbulkan kekeliruan atribusi saat merujuk kembali ke percakapan di masa lalu.
Pembaruan ini dimungkinkan oleh kemajuan dalam model AI selama enam bulan terakhir. Selain itu, Fathom kini memungkinkan penggunaan AI untuk melakukan kueri pada basis data rapat, menjadikannya lebih berguna bagi bisnis yang dapat memberikan konteks yang lebih luas. Perusahaan juga merilis server Model Context Protocol (MCP) agar pengguna dapat mengekstrak data rapat dan mengintegrasikannya dengan alat AI mereka.
Sebelumnya, beberapa aplikasi desktop seperti Granola, Talat, Notion, dan ChatGPT juga telah menawarkan kemampuan transkripsi rapat. Namun, Fathom berupaya meningkatkan fungsionalitas dengan penambahan kemampuan perekaman video dan peningkatan akurasi identifikasi pembicara. Fathom juga berencana meluncurkan aplikasi iOS untuk merekam rapat tatap muka.
Relevansi bagi Indonesia: Memperkaya Ekosistem Kerja Digital yang Efisien
Pembaruan yang diluncurkan oleh Fathom ini memiliki relevansi yang cukup signifikan bagi lanskap kerja digital di Indonesia yang terus berkembang. Dengan semakin banyaknya perusahaan dan individu yang mengadopsi model kerja hibrida atau sepenuhnya daring, efisiensi dalam pengelolaan informasi rapat menjadi krusial. Fitur transkripsi tanpa bot ini berpotensi mengurangi beban administratif, memungkinkan partisipan untuk lebih fokus pada diskusi daripada mencatat, dan mempermudah penelusuran kembali poin-poin penting setelah rapat selesai.
Lebih lanjut, kemampuan Fathom untuk mengintegrasikan data rapat dengan alat AI lain membuka peluang bagi perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan kecerdasan buatan secara lebih mendalam dalam analisis bisnis, pengembangan produk, atau bahkan peningkatan layanan pelanggan. Kemudahan akses dan pengelolaan informasi rapat yang dihasilkan oleh teknologi seperti Fathom dapat menjadi pendorong penting dalam peningkatan produktivitas dan inovasi di berbagai sektor industri tanah air.
Sumber:
techcrunch













