Luma Dirikan Perusahaan Produksi Video Berbasis AI Bersama Wonder Project
Startup teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk generasi video, Luma, telah meluncurkan Innovative Dreams, sebuah perusahaan produksi yang dibentuk melalui kemitraan dengan Wonder Project, sebuah layanan streaming yang memproduksi film dan serial televisi bernuansa religius di Amazon Prime. Kolaborasi ini bertujuan untuk merealisasikan ide-ide kreatif yang ambisius melalui pemanfaatan teknologi AI.
Proyek pertama dari kemitraan ini adalah serial berjudul “The Old Stories: Moses,” yang dibintangi oleh aktor Inggris Ben Kingsley dan dijadwalkan tayang musim semi ini di Prime Video. Innovative Dreams akan berfungsi sebagai perusahaan jasa produksi di mana para pembuat film berpengalaman dari tim sutradara Jon Erwin berkolaborasi dengan para teknolog kreatif Luma.
Luma membayangkan tim kreatif dapat berkolaborasi secara real-time dengan Luma Agents, yaitu alat yang baru saja diluncurkan oleh Luma untuk menangani pekerjaan kreatif secara menyeluruh, mulai dari teks, gambar, video, hingga audio. Perusahaan mengklaim bahwa pendekatan ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan proses produksi virtual dan penangkapan performa (performance capture) saat ini, yang baru membuahkan hasil pada tahap pasca-produksi.
“Ini adalah pemanfaatan AI—tidak hanya lebih cepat atau lebih murah, tetapi lebih baik dari apa yang ada sebelumnya,” ujar Luma dalam sebuah unggahan media sosial.
Luma bukan satu-satunya startup yang beralih dari penyediaan alat ke produksi konten. Startup AI Higgsfield juga baru saja meluncurkan serial orisinal, sementara studio kreatif London, Wonder Studios, sedang mengerjakan sebuah dokumenter. Langkah ini sejalan dengan pandangan Co-founder dan Co-CEO Runway, Cristóbal Valenzuela, yang menyarankan studio film untuk memanfaatkan AI guna memproduksi lebih banyak film dengan anggaran yang sama.
Pendiri dan CEO Luma, Amit Jain, berpendapat bahwa biaya produksi film yang semakin membengkak membatasi industri perfilman. Ia meyakini AI dapat membuat pembuatan film menjadi lebih cepat, lebih murah, dan efisien tanpa mengorbankan kualitas.
Wonder Project, yang didirikan pada tahun 2023 oleh sutradara Jon Erwin dan mantan eksekutif Netflix Kelly Hoogstraten, memiliki misi untuk melayani audiens global yang berfokus pada nilai-nilai keagamaan. Proyek mereka sebelumnya, “House of David,” sebuah drama serial Alkitabiah tentang kehidupan Raja Daud, dirilis di Amazon Prime pada tahun 2025.
Belum jelas apakah Innovative Dreams akan fokus secara eksklusif pada konten keagamaan atau memperluas cakupannya. Dalam sebuah video promosi kemitraan, Erwin menjelaskan bahwa Innovative Dreams akan menggunakan proses “pembuatan film hibrida real-time” yang menggabungkan penangkapan performa dan produksi virtual, yang dilakukan secara langsung dan lebih hemat biaya menggunakan alat Luma.
Teknik penangkapan performa melibatkan aktor yang berakting di lingkungan layar hijau dengan mengenakan kostum dan penanda wajah untuk menangkap gerakan dan ekspresi mereka secara digital. Produksi virtual melibatkan aktor yang berakting di lokasi syuting, seringkali di depan layar LED besar, di mana grafis mesin permainan real-time menciptakan lingkungan di sekitar mereka. Alat Luma memungkinkan pemindahan aktor ke dalam adegan fotorealistik atau bahkan pembuatan wajah baru yang dipetakan ke gerakan dan ekspresi aktor.
Sumber: techcrunch
Relevansi Inovasi AI dalam Industri Kreatif Indonesia
Peluncuran Innovative Dreams oleh Luma, yang menggabungkan AI dengan produksi film bernuansa religius, menghadirkan sebuah studi kasus menarik yang relevan bagi Indonesia. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan keragaman agama yang kaya, potensi pemanfaatan teknologi AI untuk produksi konten keagamaan dan bernilai budaya sangatlah besar.
Penerapan teknologi seperti yang dikembangkan Luma dapat membuka peluang baru bagi para kreator konten di Indonesia untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas, efisien, dan terjangkau. Hal ini dapat membantu dalam penyebaran nilai-nilai positif, edukasi agama, serta pelestarian warisan budaya melalui medium film dan serial yang lebih modern dan menarik bagi audiens global. Namun, penting untuk diingat bahwa inovasi semacam ini juga harus dibarengi dengan pertimbangan etis dan kesadaran akan potensi dampaknya terhadap industri kreatif lokal yang sudah ada, demi terciptanya ekosistem yang seimbang dan berkelanjutan.









